5 Hadiah Wisuda Berkesan Untuk Sahabat dan Orang Spesial

Momen kebahagiaan saat wisuda tidak lengkap tanpa hadiah wisuda berkesan. Saat ini, banyak sekali pilihan hadiah. Saking banyaknya, terkadang bingung mau kasih apa, tapi tidak semua hadiah bisa meninggalkan kesan buat sahabat dan orang spesialmu lho!




Hadiah wisuda yang meninggalkan kesan biasanya berupa barang yang tidak mudah rusak dan awet. Ketika dilihat kembali hadiah wisuda tersebut, memori saat wisuda bisa langsung muncul di ingatan, itulah hadiah yang berkesan. Buat kamu yang masih bingung mau kasih apa ke sahabat atau orang spesialmu saat wisuda, berikut ada 5 pilihan barang yang cocok sebagai hadiah wisuda berkesan unutk sahabat dan orang spesial! 

5. Bouquet
Paling umum dan gampang dicari, yah Bouquet. Bouquet/buket merupakan kumpulan bunga yang dirangkai. Tapi, kini buket nggak cuma rangkaian bunga. Untuk hadiah wisuda berkesan, kamu bisa coba Buket Snack unik seperti Buket Doll yang lucu, Buket Artificial Flower yang indah, atau Buket Balon yang antimainstream. 

Gambar terkait

4. Mug
Hadiah wisuda berkesan yang simple tapi berkesan. Bukan Mug biasa di supermarket, Mug yang dimaksud adalah Mug couple atau Mug Print Custom yang kamu bisa taruh foto, gambar, tulisan di Mug sesuai dengan selera kamu. Jadi, saat si dia ingin minum pakai Mug pemberianmu, selalu ingat kamu yang kasih Mug-nya. 




3. Plakat
Umumnya plakat dipakai untuk rambu, plang atau diberikan saat lomba. Tapi, kamu bisa buat Plakat Custom dari bahan akrilik atau plastik yang bisa pakai karakter kartun atau animasi juga lho! Plakat juga bisa jadi pajangan kece di kamar atau ruang tamu. Sekaligus sebagai pengingat bahwa kamu sudah pernah melewati masa wisuda.

Gambar terkait

2. Scrapbook
Buat kamu yang suka berkreasi, hadiah wisuda berkesan satu ini cocok banget! Scrapbook atau kumpulan gambar, kliping, dan catatan yang bisa mengembalikan ingatan kamu ke masa wisuda. Kamu bisa buat scrapbook dalam bentuk buku yang memuat perjuangan selama kuliah, atau scrapbook yang memuat foto kenangan selama kuliah. 


1. Pop Up
Recommended banget buat kamu yang pengen kasih hadiah wisuda berkesan buat sahabat atau pacar. Dengan melihat Pop Up, serasa mengulang memori yang ada selama kuliah. Pop Up hadir dengan visualisasi artistik, ada sentuhan 3D dan tetap memuat cerita. Biar lebih cantik, Pop Up bisa dikasih frame untuk dipajang di kamar, ruang tamu, atau ruang keluarga. 


Buat kamu yang ingin pesan Pop Up Frame atau Pop Up Card yang kualitasnya luar biasa, langsung aja kepoin IG https://www.instagram.com/artzy_de_tikhe/ atau bisa langsung order WA : 081216941668.


Wisuda adalah momen sekali seumur hidup. Momen dimana hasil belajar dan usaha selama kuliah akhirnya selesai dengan diberikannya ijasah. Momen akan lebih sempurna dengan hadiah yang berkesan, dan memilih kado yang berkesan terkadang jadi sulit. Semoga 5 pilihan hadiah wisuda berkesan diatas bisa jadi referensi buat kamu yang lagi cari kado wisuda buat sahabat atau orang spesial agar selalu dikenang sepanjang masa! Good Luck!?

A Week : A Little Thing Called Love


Buih yang terombang-ambing di lautan yang luas terbentang di hadapan mata. Apakah ada manusia yang ingin hidupnya seperti itu? Tidak untukku. Tetapi, ada suatu titik dimana kita sebagai manusia tidak bisa melakukan apapun atau tidak mendapatkan pilihan atas apa yang akan kita lakukan. Menjadikan seseorang dengan tekad dan keinginan untuk melawan derasnya arus kehidupan berubah menjadi buih yang mengalir mengikuti aliran sungai yang bermuara di luasnya samudera.
Hanya luasnya langit yang tak terhingga dan sepinya aliran sungai menjadi teman perjalanan dikala pasrah.
Apa yang aku miliki lagi saat ini? Kepasrahan? Keputusasaan? Lebih dari semua itu, aku kesepian.
Dulu, seorang cinta pertamaku pernah berkata bahwa ada hal yang lebih menakutkan dari ditinggal oleh cinta sejati, yakni rasa kesepian.
Ia berkata padaku, bahwa rasa sepi bisa membunuh manusia perlahan. Tanpa ia rasa, sadari, manusia akan tenggelam dalam rasa sepi, menghilangkan semua rasa yang dimilikinya dan menggantinya dengan kehampaan.
Drowning... drowning... drowning...
Hari demi hari kulalui. Tanpa luka, tanpa sakit, tanpa dendam dalam dada. Tetapi, sedikitpun aku tak menyadari, jika aku ini sedang sekarat. Rasaku mulai habis, bahkan tak lagi tersisa. Membeku, ditelan dinginnya lautan.
"Jadi, kau akan tinggal di kota sendirian?" tanya seorang pria.
Dan hanya anggukan dari kepala yang kujadikan jawaban. Pria bertubuh dempal dengan kulit kecokelatan itu masih saja menatapku dalam. Dan aku tak sanggup membalas tatapannya, ia terlalu terlihat seperti orang yang kukenal.
'Bodoh, apa yang sedang kau pikirkan?'
Aku bergeliat dengan pikiranku sendiri. Akhirnya, aku mengangkat pandanganku.
Kutunjukkan wajahku dengan senyum mengembang padanya. Mataku harus berbinar memancarkan keceriaan. Seolah-olah, aku sedang baik-baik saja.
"Ran..."
Tapi, apakah orang akan tahu jika semuanya hanya topengku untuk menutup luka yang bahkan tak bisa kusembuhkan? Aku, begitu hancur!
"Paman sayang Ran." ia mendekapku erat, aku ingat rasa ini.
"Jangan ragu mencari Paman, saat Ran butuh."
Aku, ingin kembali ke masa itu, masa seperti saat aku merasakan pelukan seperti ini.
'Bisakah? Bisakah aku melakukannya?'
Ditinggal 3 orang paling berharga dalam hidupmu, tidakkah kau merasa gila seketika?
Ini semua seperti kutukan, apakah di kehidupan sebelumnya aku ini adalah penyihir jahat? Dan, apakah ini karma untukku yang dulu berbuat jahat?
Aku punya keluarga sempurna. Ayahku orang tersohor, berkedudukan dan disegani. Ibuku mirip seperti mawar, cantik, merekah, lambang keindahan wanita sejati. Dan kakakku, adalah simbol keagungan sebuah kerajaan yang bangga punya seorang pangeran. Yah, begitulah, akupun hidup bahagia seperti putri di cerita dongeng.
Lalu, apa yang salah?
Tidak ada.
Takdir yang berkata, manusia yang menjalani.
'Sampah, semuanya hanya sampah!'
Lagi, aku bergulat dengan pemikiranku sendiri. Di kamar, berdinding dingin, sepi, temaram dan pucat ini, aku terdiam. Tapi tidak dengan isi kepalaku.
'Kenapa, kenapa harus aku?'
Aku melakukannya lagi, bukankah ini yang namanya bunuh diri? Kau melucuti pemikiranmu dengan sayatan kenyataan yang belum tentu bisa kau terima.
'Manusia bodoh! Manusia tak berguna! Mau apa? Kau sendiri sekarang!'
Ini yang disebut adiktif. Terngiang oleh perkataanku sendiri. Korosif, aku tahu, tapi aku tidak bisa menghindarinya.
Ayahku yang kusayang, ia meninggal karna sakit keras. Bertahun-tahun ia sakit, ekonomi keluarga koyak. Ibuku yang hidup selayaknya bunga mawar yang dipajang dan kakak yang hidup bagai pangeran tak tahu apapun tentang sistem bisnis. Apalagi aku yang hanya tahu foya-foya. Itulah manusia bodoh.
Ibuku yang malang, tak bisa terima kenyataan hidup yang dialaminya. Ia terlena dengan kenikmatan, jatuh terlalu dalam, dan tak mau keluar. Tapi takdir tetap memaksa, ia harus keluar dari rute nyaman ini. Ia memang keluar, tapi tidak dengan nuraninya. Ia tinggalkan nuraninya bersama kehidupan lamanya. Membuatnya terjebak dalam ilusinya sendiri.
"Seharusnya, Ibu bisa menerima kebangkrutan Ayah."
"Diam!"
"Bahkan, sekarang bicarapun aku tak berhak?"
"Kau belum faham Ran, apa itu hak, apa itu kewajiban." tatapannya sudah tak lagi sama.
"Ibu, apakah kau mengubur dirimu bersama Ayah?"
Ia yang memutuskan untuk tidak mau keluar dari tempatnya berkubang. Ia yang memilih untuk menjadi apa setelah kepergian Ayah. Ia yang menentukan, akan jadi apa kedepannya. Aku tidak bisa menentukan, akan jadi apa Ibu setelah tidak ada Ayah. Karena aku adalah aku dan Ibu adalah Ibu.
"Sudah kubilang jangan boros."
"Tapi kau perlu tas itu kan, itu tas kesukaanmu, Sayang."
Ilusi itu mulai membutakan satu persatu inderanya. Kukira, dia akan bertahan, tapi ternyata ia tak ubahnya mawar yang akan layu jika telah lama dipetik.
"Ibu, hentikan bersikap boros. Apa kau tidak belajar keuangan sama sekali?"
"Kau yang tidak belajar. Anak kecil."
Aku jadi bingung, siapa yang dimaksudkan 'Anak Kecil'.
"Konsep harta, hutang ditambahkan aset. Begitu cara pebisnis melebarkan sayapnya, Sayang."
Nyatanya, yang dilakukannya hanya berhutang, menumpuk hutang, semakin memperbanyak hutang, dan menambah kemiskinan keluarga ini. Dan saat jatuhan pengadilan menyatakan collapse, itu jadi putusan untuk Ibu. Ia jadi gila! Ilusinya semakin parah, kini tak lagi matanya yang tertutup, telinga, mulut, bahkan kulitnya, semuanya tertutup ilusinya sendiri. Ia masih sama, bertindak selayaknya ratu, simbol kemegahan mawar. Yang nyatanya lebih kepada manusia tak berguna.
"Jadi, apa sekarang?"
"Tunggu saja, kau hanya perlu menunggu."
Dan kakak sebagai satu-satunya kanopi yang kutahu, selalu memintaku untuk menunggu. Entah apa yang ditunggunya, entah apa yang hendak kutunggu, pikiranku sudah beku.
"Jadi, ini yang harus kutunggu?" aku melihat banyak koper di ruang tamu.
"Ran, percayalah pada Kakak. Kali ini kau harus sabar yah, tunggu disini sampai Kakak kembali."
Ternyata ini yang kutunggu, adalah kepergianmu. Itu jawabnya.
'Mau Apa? Apa lagi sekarang?'
"Ran, Kakak hanya pergi sebentar. Nanti setelah semuanya sedikit membaik, Kakak akan kembali. Kakak berjanji, kamu, harus kuat Ran!"
"Bawa aku juga."
"Apa?"
"Kau, tidak ingin lari kan?"
"Ran!"
Siapa yang tidak takut sendirian? Membayangkannya saja aku tak sanggup. Sendiri? Aku hidup sendiri? Jangan bercanda! Itu sama saja melepas kucing ras persia di tengah hutan belantara.
Tapi,
Disinilah aku, berdiri seorang diri di dalam kamar rumah tak akan lagi seperti kamar yang kukenal dulu. Aku dirumah, tapi tidak seperti rumah. Aku masih hidup, tapi seperti tidak lagi hidup.
Tes..
Tes..
Tes..
Menangis dalam kesendirian, untuk apa aku hidup? Bahkan, tidak ada kabar dari satu-satunya orang yang bisa kupercaya.
Kemana perginya kehangatan di rumah ini? Kemanakah cahaya yang biasa menyinari setiap lantai rumah ini? Dimana sebenarnya ini? Apa aku dibuang?
Daripada dibuang, aku lebih memilih menghilang. Tapi, masihkah bisa aku memilih?
"Paman rasa kau tak perlu kuliah disana. Itu terlalu jauh dari sini. Kau bisa tinggal di rumah Paman saja, Ran.."
Apakah aku dipungut? Apakah aku ini sampah? Menyebalkan, tidak ada sampah yang bisa masuk universitas ternama itu. Setidaknya, ada nilai didalam diriku. Aku, bisa bertahan!
"Tidak Paman, terima kasih."
Sekali lagi aku tersenyum sambil memandangnya. Dan berlalu dibalik bilik kecil. Hanya ada satu bed ukuran single dan lemari besi tua.
Setidaknya, ini bukan dirumah. Cukup untuk mengingatkan bahwa aku adalah aku, bukan aku yang dulu, bukan aku yang ada di masa depan. Aku adalah aku yang sekarang, saat ini, di bilik ini.
Kutinggalkan rumahku. Tempat dimana kenangan terindah terpatri sekaligus tempat dimana kenangan buruk terukir. Rumah itu, adalah surga, tapi juga bisa jadi neraka. Hatiku senang melihatnya, juga miris. Begini rasanya terkoyak, kau jadi tidak berdaya.
Paman dan Bibi datang untuk memeliharaku. Diambilnya aku dari kubangan, dibawanya aku dalam rumah mereka.
Aku tak sanggup lagi tinggal di kota dimana setiap sudutnya pernah kuukir kebahagiaan bersama malaikat-malaikatku.
Aku tak sanggup lagi tinggal di kota tempatku dilahirkan dan dibesarkan. Dimana setiap sudut kotanya, menyimpan banyak luka, goresan, amarah, dan kenyataan hidup pahit dalam hidupku. 
"Tidak bisa, Paman..."kataku pada Paman yang sedari masih berdiri di depan pintu kamar.
"Aku sudah diterima kuliah di tempat itu. Aku akan pergi kesana. Terima kasih, Paman."
Kali ini aku memastikan Paman tidak lagi masih mengawasiku. Seperti yang Ayah sering lakukan dulu.
'Ayah, aku berhasil bertahan. Sejauh ini, sampai mereka datang. Aku, anak yang berguna kan?'
Lagi-lagi aku menangis dalam diam. Diriku terdiam, pikiranku berkecamuk. Aku sudah sampai disini, tidak ada jalan kembali, tidak ada tempat untuk kembali.
"Ran.."
Aku harus segera menghapusnya. Tidak ada seorangpun yang boleh melihatku menangis seperti orang bodoh. Aku bukan Ibuku. Aku bukan Kakakku. Aku bukan Ayahku. Aku adalah Aku.
"Iya." kubuka pintu kamarku.
"Ayo makan bersama."
Apa ini? Apa aku benar jadi seekor peliharaan? Yang disuruh-suruh saat waktunya makan, waktunya buang air besar waktunya mandi?
"Ah, iya. Terima kasih Sas." balasku sambil menyunggingkan senyuman padanya.
"Ayo Ran. Aku tunggu disini yah."
"Jangan! Aku harus ganti baju dulu. Nanti aku menyusul."
Inilah mengapa aku tidak mungkin tinggal disini. Aku yang ditinggal selama 3 bulan oleh Kakakku, bisa hidup dengan layak dengan diriku sendiri. Aku masih punya banyak uang, deposito, dan aset untuk sisa hidupku. Aku tak butuh siapapun lagi. Terutama, orang-orang yang hanya memandangku dengan iba. Entah sejak kapan aku benci pada mereka.
Setiap hari setelah kepergian kakakku, semua orang akan selalu mengatakan 'kasihan anak itu', 'kau harus kuat yah', 'sabar yah', 'yang semangat yah'.
Di titik tertentu, bahkan banyak dari mereka yang ingin mengangkatku anak karena peninggalan orang tuaku. 'Apa aku ini sebenarnya? Aset? Kotak amal?'
'Ah, Ran sangat cantik, mari mengangkatnya anak!'
'Kasihan dia hidup sendiri, ayo ajak dia tinggal bersama'
'Dia punya harta yang banyak, berbuat baiklah padanya'
'Kasihan dia, ditinggal orangtua dan kakaknya'
Daripada menunjukkan kata-kata berlebihan seperti itu, bisakah kalian semua memperlakukanku seperti biasa saja? Perlakukan aku sebagaimana kalian memperlakukanku dulu!
Kenapa pada akhirnya tidak ada yang sama lagi?
Tok, tok, tok!
"Ran, ayo makan. Aku menunggumu dari tadi."
"Aah... Iya Sas."
Begitulah akhirnya aku makan malam bersama di meja makan lagi. Setelah 3 bulan berlalu, entah kenapa semuanya terasa sangat berbeda. Meja, kursi, warna dinding, dan orang-orangnya, apa yang sedang kulakukan? Hatiku berdebar kencang. 
"Ran hebat yah, bisa masuk universitas ternama itu."
"Iya, aku bahkan ambil kursus supaya bisa masuk sana. Tapi, aku gagal."
"Yah, dari dulu Ran kan memang pintar."
Apa lagi? Siapa mereka? Obrolan apa ini? Kepalaku pusing. Jantungku semakin berdegup keras, tidak karuan. Tanganku gemetar hebat. Dadaku tiba-tiba sesak.
Praaang...
"Ran, kau kenapa?"
Seseorang, tolong aku. Aku seperti sekarat. Tapi tidak ada yang tahu. Aku ini kenapa? Apa yang salah dengan diriku?
"Raan...!"
Aku tidak mau mendengarnya lagi. Aku tidak bisa, tidak bisa berlama-lama tinggal disini.
"Biarkan, biarkan dia tenang dulu."
Suara itu masih bisa kudengar dari balik pintu kamar.
Apa yang baru saja aku lakukan? Aku, berlari di tengah suasana makan malam Paman dan Bibi? Kenapa? Ada apa ini?
Semenjak kepergian kakak, aku hidup di rumah sendiri. Entah, apa yang menggerakanku, aku masih bisa bersekolah, berteman, bahkan belajar bersama. Tapi itu semuanya adalah kekosongan. Entah, sejak kapan, aku mempermainkan diriku sendiri seperti ini.
Aku tersenyum, tapi hatiku menangis, aku berjalan, tapi jiwaku merangkak, aku menjabat tangan, tapi nuraniku mengulurkan pisau. Hidup penuh kebohongan dengan diriku sendiri.
Siapa yang tahu? Aku tidak ingin memberitahu, tidak ingin mereka tahu. Tidak mau bergantung lagi. Karena aku adalah aku.
"Kenapa kau mengutamakan dirimu sendiri Ran."
"Iya, itu benar."
Bahkan aku tidak masalah dengan teman yang silih berganti. Bagiku, tidak ada teman, yang ada hanyalah orang.
Tok, tok, tok...
"Ran, sudah bangun?"
Aku menemukan sekujur leherku yang basah. Bahkan, aku menangis saat sedang tertidur?
"Iya, sudah."
Matahari sudah terik, semalaman bahkan cendela kamar tidak kututup. Kapan aku mulai tertidur? Aku tidak ingat. Yang kuingat terakhir kali adalah saat di meja makan bersama Paman, Bibi, dan Sasi.
"Lho, Ran mau kemana"?
"Ah, iya, Bibi. Aku harus ke universitas sekarang, ada kamar untuk mahasiswa baru. Jadi aku akan kesana."
"Ran, bukankah ini terlalu terburu-buru?"
Bibi memandangku yang membawa koper dan tas ransel besar.
"Tidak Bi, memang jadwalnya hari ini. Aku lupa mengatakannya."
"Setidaknya..."
Ia pergi ke belakang dapur, "Bawa ini yah, untuk persediaan."
Bibi memberikanku dua pasang tempat makan. Bahannya transparan, jadi aku bisa melihag apa isinya.
"Bibi, ini apa?"
"Itu untuk Ran, ada dendeng dan sambal goreng kering."
Dendeng? Bibi sangat mirip seseorang yang kukenal. Bahkan, selera makan merekapun sama. Tapi, apa ini?
"Bibi, terima kasih."
"Iya, sama-sama. Jadi, kau benar-benar akan berangkat sekarang?"
"Iya.." balasku sambil tersenyum kearahnya.
Siang itu, hanya ada Sasi dan Bibi di rumah. Paman sepertinya sedang keluar. Dan saat aku hendak berangkat, Paman datang.
"Setidaknya pulanglah setiap akhir pekan ke rumah Paman, Ran.."
Paman memegang pundakku. Aku tidak ingin mendapatkan harapan seperti ini. Karena saat kau berharap, kau juga harus siap terluka. Dan aku tidak mau terluka lagi.
"Iya, biar Rio yang menjemputmu nanti." tambah Bibi.

Merasakan ada kehangatan dalam kata-katanya yang terdengar tulus, membuatku membalikkan badan dan berkata, "Tentu.." kataku sambil melempar senyum.
Aku sudah bersiap-siap di dalam taxi. Semua barang sudah masuk, begitupun diriku yang sudah duduk di bangku penumpang.
"Ingatlah, Ran. Kau tidak pernah sendiri. Ada Paman, Bibi, Sasi, dan Rio disini, untukmu..." kata Bibi dengan senyum dari wajah serta mata yang mulai berair.
'Kenapa Bibi menangis?'
Aku membuka cendela kaca mobil dan melihat Paman dan Bibi menghampiriku dan seraya memeluk. Ada perasaan beda didalamnya, rasa yang sangat kurindukan.
Air mata pertama yang kulihat setelah air mataku sendiri. Kenapa menangis begitu membuat dada yang awalnya sesak ini, menjadi begitu lega? Aku, menangis dalam pelukan mereka.
'Ran, tidak ada manusia jahat. Yang ada hanya korban, dari takdir yang menghantam mereka terlalu keras, atau lingkungan yang mengabaikannya dan menjadikannya penuh rasa dendam, terhadap dirinya, maupun orang lain...'
Siapa yang mengatakannya? Siapa itu? 

Pengertian dan Konsep-konsep Dasar Ekonomi Moneter

         Pengertian Ekonomi Moneter
Ekonomi Moneter merupakan salah satu instrumen penting dalam perekonomian modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan perekonomian yang dijadikan instrumen oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian suatu negara, yang pertama adalah kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan yang diambil pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan ekonomi. Yang kedua adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga.

Konsep-konsep dasar ekonomi moneter
Dalam konsep dasar ekonomi moneter, dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :
a) Konsep Dasar Ekonomi Moneter Konvensional
b) Konsep Dasar Ekonomi Moneter Syariah
A.    Konsep Ekonomi Moneter Konvensional 
Yaitu sebuah konsep yang dimana pada ekonomi konvensional menggunakan tingkat suku bunga sebagai salah satu instrumen utama dalam kebijakan moneter. Akan tetapi tingkat suku bunga yang dipakai pada konsep ini justru dilarang dalam sistem ekonomi syariah. Hal ini dikarenakan sistem bunga dianggap sama dengan sistem riba, yakni suatu tambahan yang dipersyaratkan secara sepihak di awal perjanjian.
Pada konsep dasar ekonomi moneter konvensional ini terdapat tujuan dari memegang uang yang terdiri dari 3 keinginan yaitu :
1.      Tujuan Transaksi
Digunakan dalam rangka membayar pembelian-pembelian yang akan mereka lakukan.
2.      Tujuan Berjaga-jaga
Digunakan untuk mengantisipasi kerugian yang sewaktu-waktu akan timbul di masa yang tak teduga ataupun di masa yang akan datang
3.      Tujuan Spekulasi
Tujuan ini digunakan apabila suatu saat nanti tingkat bunga yang berlaku tersebut sangat menguntungkan dibandingkan dengan investasi sehingga banyak masyarakat yang mendepositokan uangnya. Atau dalam masyarakat yang menganut sistem ekonomi konvensional ini, maka fungsi uang yang tak kalah pentingnya adalah untuk spekulasi, di mana pelaku ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga yang berlaku saat itu, jika menguntungkan bila dibandingkan investasi, maka masyarakat cenderung mendepositokan saja uang, dengan harapan mendapat imbalan bunga. Selanjutnya terkait dengan konsep ekonomi Moneter Konvensional maka tidak bisa dipisahkan dengan Kebijakan Moneter.
Kebijakan Moneter adalah Kebijakan pemerintah dalam mengatur penawaran uang dan tingkat bunga yang dilaksanakan oleh Bank sentral. Bentuk Kebijakan Moneter ini terdiri dari Kebijakan Moneter Kuantitatif dan Kebijakan Moneter Kualitatif.
Kebijakan Moneter Kuantitatif adalah merupakan suatu kebijakan umum yang bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian, terdiri dari:
1.      Operasi pasar terbuka
Pada masa inflasi maka Bang Sentral akan mengadakan operasi pasar terbuka dengan melempar surat-surat berharga ke Bank umum, sehingga kelebihan uang di Bank Umum tidak menyebabkan inflasi, dan sebaliknya pada masa deflasi.
2.      Mengubah Tingkat Bunga dan Tingkat Diskonto
Tingkat bunga dan tingkat disconto merupakan instrumen pemerintah dalam stabilisasi moneter, ketika inflasi maka pemerintah melalui bank sentral dapat melakukan kebijakan menaikkan suku bungga sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan kestabilan moneter akan tercapai, dan begitu pula sebaliknya pada masa deflasi.
3.      Mengubah Tingkat Cadangan Minimum
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengubah cadangan minimun bank-bank umum ketika inflasi maka pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan cadangan minimum yang harus dimiliki oleh bank umum, dengan demikian jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan sebaliknya pada masa deflasi.
Sedangkan Kebijakan Moneter kualitatif dapat berupa:
1.      Pengawasan pinjaman secara selektif
Melalui kebijakan ini maka pemerintah melalui bank sentral mengendalikan dan mengawasi peminjaman dan investasi-investasi yang dilakukan oleh bank-bank umum.
2.       Pembujukan Moral
Bank sentral melakukan pertemuan dengan bank-bank umum, malalui forum ini maka bank sentral menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dan bantuan-bantuan apa yang diinginkan oleh bank sentral dari bank-bank umum untuk mensukseskan kebijakan tersebut. 
3.       Mengambil asumsi
bahwa berbicara tentang ekonomi moneter terkait tentang dua hal :
(1). Tentang uang dan aspek yang terpengaruh olehnya dan
(2). Tentang tingkat bunga dan semua aspeknya.
B.   Konsep Ekonomi Moneter Syariah
Kebijakan moneter sebenarnya bukan hanya mengutamakan suku bunga. Bahkan sejak zaman Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin, kebijakan moneter dilaksanakan tanpa mengunakan instrumen bunga sama sekali.
Perekonomian Jazirah Arabia ketika itu adalah perekonomian dagang, bukan ekonomi yang berbasis sumber daya alam; Minyak bumi belum ditemukan dan sumber daya alam lainnya terbatas.
Lalu lintas perdagangan antara Romawi dan India yang melalui Arab dikenal sebagai Jalur Dagang Selatan. Sedangkan antara Romawi dan Persia disebut Jalur Dagang Utara. Sedangkan antara Syam dan Yaman disebut Jalur Dagang Utara-Selatan.
Perekonomian Arab di zaman Rasulullah SAW, bukanlah ekonomi terbelakang yang hanya mengenal barter, bahkan jauh dari gambaran seperti itu. Valuta asing dari Persia dan Romawi dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat Arab.
Dinar dan Dirham juga dijadikan alat pembayaran resmi. Sistem devisa bebas diterapkan, tidak ada halangan sedikit pun untuk mengimpor dinar dan dirham.
Transaksi tidak tunai diterima luas dikalangan pedagang. Cek dan promissory notes lazim digunakan. Misalnya Umar Ibnu-Khaththab ra. Beliau menggunakan instrumen ini untuk mempercepat distribusi barang-barang yang baru diimpor dari Mesir ke Madinah.
Instrumen factoring (anjak piutang) yang baru populer tahun 1980-an, telah dikenal pula pada masa itu dengan nama al-hiwalah, tapi tentunya bebas dari unsur bunga.
Apabila para pedagang mengekspor barang, berarti dinar/dirham diimpor. Sebalikanya, bila mereka mengimpor barang. Berarti dinar/dirham diekspor. Jadi dapat dikatakan bahwa keseimbangan supply dan demand di pasar uang adalah derived market dari keseimbangan aggregate supply dan aggregate demand di pasar barang dan jasa.
Nilai emas dan perak yang terkandung di dalam dinar dan dirham, sama dengan nilai nominalnya. Sehingga dapat dikatakan penawaran uang elastis sempurna terhadap tingkat pendapatan. Tidak ada larangan impor dirham dan dinar berarti penawaran uang elastis.
Sistem moneter mengunakan bimetallic standar, dengan emas dan perak (dalam bentuk uang dirham dan dinar) sebagai alat pembayaran yang syah. Nilai tukar emas dan perak pada masa ini relatif stabil dengan nilai kurs dinar – dirham 1 : 10. Permintaan akan uang dilandasi hanya oleh dua motif, yaitu untuk transaksi dan berjaga-jaga. Modelnya sebagai berikut :Md = Mdtr + Md pr ; apabila Md pr maka Mdtr. Mata uang dimpor, dinar dari romawi, dirham dari parsia dan disesuaikan dengan volume ekspor dan impor. Nilai emas dan perak pada kepingan dinar dan atau dirham sama dengan nilai nominal (face value) uangnya. Penawaran uang terhadap pendapatan sangat elastis. Tinggi rendahnya permintaan uang bergantung kepada frekuensi transaksi perdagangan dan jasa. Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga Kanz (larangan menimbun uang). Demand money, elastis, karena tidak adanya hambatan terhadap impor ketika demand meningkat.

 REFERENSI : 
Sukirno, Sadono. 1994. Pengantar Teori Makro Ekonomi, Edisi kedua. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Karim, Adi Warman. 2002. Ekonomi Islam Suatu Kajian Ekonomi Makro. Jakarta: IIIT Indonesia.

Artikekupedia : Keyboard Wireless Sebagai Salah Satu Jenis Keyboard Terkini

Source : www.google.com


Seiring berkembangnya teknologi, kini telah muncul keyboard wireless yang bisa menggantikan keyboard yang pada umumnya anda gunakan. Keyboard sendiri digunakan untuk memasukkan atau mengetik data ke dalam komputer. Keyboard sendiri memiliki banyak kesamaan bentuk dan fungsi pada mesin ketik manual jaman dulu. Ada beberapa jenis keyboard, namun secara fisik jenis keyboard terbagi menjadi 4 jenis, yakni keyboard serial, P S/2, Wireless, dan USB. Keyboard Wireless sendiri tidak menggunakan kabel sebagai penghubungnya terhadap computer. Karena keyboard jenis ini melibatkan infra red, bluetooth dan wifi sebagai pengganti penyambung kabel. Sebagai penerima pemancar, biasanya terdapat port USB atau sejenis serial yang terdapat pada CPU.

Kemudahan tersendiri dari penggunaan keyboarl jenis wireless adalah dapa digunakannya pada perangkat lainnya seperti tablet bahkan smartphone anda. Dengan menancapkan port USB sebagi penerima pemancar, keyboard wireless siap untuk anda gunakan. Jangkauan dari keyboard jenis ini pun mencapai jarak 10 meter. Jadi, anda bisa membawa kemanapun papan ketik anda selama jaraknya tidak melebihi 10 meter. Asyik bukan? Anda bisa mengetik dimanapun tidak terbatas pada kabel yang menghubungkannya dengan perangkat lain sehingga terkadang terjadi resiko kabel putus. Teknologi gelombang radio pada Bluetooth atau wifi ini mencapai kisaran 2,45 GHz. Jadi, anda tidak perlu takut jika pada saat menggunakan keyboard ini akan terjadi pemuturan jaringan.


Dalam kebanyakan produk, penggunaan keyboard jenis wireless ini berbeda-beda tergantung dengan produknya masing-masing. Namun, pada umumnya untuk menggunakan jenis keyboard ini anda tinggal mendekatkan keyboard pada tablet atau Personal Computer (PC) yang ingin anda gunakan. Pada produk iPad untuk mengaktifkan fitur keyboard jenis wireless ini anda harus masuk pada discovery mode-setting-general-bluetooth-keyboard wireless. Itu salah satu contoh pengaktifan pada produk IOS, untuk android dan windows tentunya memiliki cara yang berbeda. Ketika anda selesai menggunakan keyboard ini, jangan lupa untuk segera mematikan bluetooth atau jaringan yang menghubungkan keyboard ke perangkat. Karena jika dibiarkan selalu dalam keadaan hidup,daya yang terdapat pada perangkat yang dihubungkan pada keyboard wireless akan menyerap daya.

Hubungan Remaja dan Orangtua

  Bagi remaja, masa SMP dan SMA sering disebut masa pencarian jati diri. Sebenarnya, apakah makna dari kata “pencarian jati diri”? Belajar dengan rajin untuk mendapat nilai terbaik? Mengenal sebanyak-banyaknya orang? Menjadi terkenal di lingkungan sekolah? Menghabiskan waktu seharian di luar rumah? Pencarian jati diri yang melibatkan psikis tidab bisa diukur dari umur, tetapi bisa dibentuk dari lingkungan yang mengedepankan kepekaan. 
          Bagi para remaja, jati diri adalah suatu hal yang menunjukkan seperti apa mereka, bagaimana mereka, dan untuk apa mereka dari pandangannya. Tidak jarang mereka mencari dunia baru dan mencoba banyak hal baru. Mencari mana yang cocok dan pas bagi mereka. Sebenarnya, perilaku ini disebabkan oleh gejolak hormon yang berkembang pada masa remaja. Hormon ini membuat remaja sering merasa gundah ataupun ingin mencoba hal baru. Namun tenang saja, hormon ini akan stabil sendiri saat kita memasuki masa dewasa. Meski masa dewasa diperkirakan umur 18 – 21 tahun keatas, namun pada kenyataannya tidak ada yang mempu memprediksi kapan masa dewasa datang. Karena dewasa tergantung dari individu masing-masing dalam menyikapi kehidupan.
      Masalah lain yang muncul saat remaja adalah perilakunya yang mulai berontak dan berani. Seperti anak punk yang mendeklarkan bahwa punk adalah identitas baru. Padahal, itu adalah salah satu penyimpangan perilaku remaja disebabkan factor psikis dan sikis yang tidak mampu ditanggulangi oleh orangtua.
Tidak jarang perilaku remaja membuat orangtua menjadi gelisah. Saat remaja masalah mulai bermunculan dari dalam diri seseorang, pertanyaan 5W1H yang muncul ketika melihat hal di sekitarnya terkadang memicu pemikiran negatif. Dari segi cinta, persahabatan, pendidikan, social, ekonomi, dll. Saai pemikiran negatif yang tidak mampu dinetralisir oleh pemikiran muncul, emosi remaja cenderung memuncak untuk mengekspresikannya. Emosi mereka menjadi tidak stabil dan hal seperti inilah yang membuat remaja pulang sekolah cemberut dan bawaannya marah. Bila sedang sial, bisa jadi kena marah oleh para remaja sensitif ini.
            Pada kondisi seperti ini orang tua cenderung menghakimi dan mengekang remaja. Dengan alasan untuk kebaikan mereka, para orang tua terkadang memaksakan kehendak sendiri. Seperti melarang anak mengikuti ekstra sepak bola karena membuat lelah sehingga mempengaruhi prestasi akademik atau melarang mengikuti kegiatan OSIS yang memakan waktu banyak dan memberikan banyak tekanan pada anaknya. Padahal, perlakuan seperti ini justru membuat daya kreativitas remaja yang sedang berkembang terhalang oleh larangan para orang tua Seharusnya, para orang tua mendukung apa yang disukai anak dan mengembangkan bakatnya dengan tetap memberikan rasa tanggungjawab atas segala yang dilakukannya serta kepercayaan, namun orang tua tetap mengawasi, sehingga remaja merasa tidak semakin tertekan dan bisa berlatih bertanggungjawab menuju  masa kedewasaan.
 Selain itu saat masa remaja yang datang memerlukan peran seorang teman, sahabat, dan keluarga yang selalu ada saat remaja gundah untuk menghindarkan mereka dari rasa gelisah. Namun, sekali lagi terkadang orang tua membiarkan masa remaja yang seperti ini dan cenderung bersikap sama saat mereka masik anak-anak. Padahal, remaja harus dilakukan secara berbeda dengan masa ketika mereka masih anak-anak. Remaja yang ingin memberitahu siapa saya, bagaimana kalau saya, inginnya saya menjadi dan lainnya, mengedepankan egonya sendiri terkadang ditanggapi orangtua sebagai anak pembangkang dan menghakimi satu pihak. Padahal, pada masa ini, remaja memerlukan peran orang terdekatnya (dalam hal ini orangtua) sebagai teman yang mampu mendengarkan permasalahannya, tetapi juga mampu menyelesaikan masalahnya selayaknya apa yang orangtua lakukan. 
Jika mereka merasa belum puas dengan apa yang didapatkannya di lingkungan sekitarnya, maka dia akan mulai mencari orang yang mereka anggap selalu ada, yaitu pacar atau sahabat yang bisa selalu mendengarkan dan mengerti keadaannya. Kondisi akan semakin stabil apabila peran seoran teman sebagai pendengar yang baik dan orangtua sebagai pemecah masalah didapatkan dari orang dan lingkungan yang tepat. Namun, hal lain negatif bisa terjadi apabila peran orangtua terlepas sebagai teman dan pemberi solusi didapatkan dari yang menggunakan narkoba atau pencandu seksual bebas di kalangan remaja. Secara perlahan, remaja akan terkontaminasi oleh apa yang mereka anggap sebagai 'teman' dan 'problem solverl' nya. 
Agar remaja merasa nyaman dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif seperti penggunaan narkoba atau free sex karena orangtua yang kurang perhatian atau lingkungan yang kurang sehat. Orang tua harus lebih mendekatkan diri pada remaja, kita bisa melakukannya dengan lima tindakan.
Pertama, dengan trustworthiness (kepercayaan) yang kita harus saling percaya dengan para remaja yang kita hadapi. Tanpa itu jangan diharapkan ada komunikasi dengan mereka. Yang kedua adalah genuineness, yaitu maksud yang murni, tidak pura-pura. Ketiga adalah emphatic, kemampuan untuk merasakan perasaan para remaja. Keempat adalah honesty, kejujuran dan saling keterbukaan satu sama lain. Yang terkahir tapi terpenting adanya pandangan dari pihak remaja bahwa kita memang memenuhi keempat kebutuhan tersebut. (1)

            Saat remaja tumbuh, pengalaman merekapun semakin bertambah dalam berbagai aspek. Semakin banyak pengalaman, sudah seharusnya mereka semakin banyak mengerti tentang diri dan kehidupannya dan membuat  remaja cepat menuju dewasa. Ituah masa pencarian jati diri yang bisa dikatakan berhasil. Namun, bila remaja banyak pengalaman namun masih tidak bisa mengerti apa dan bagaimana dirinya, maka mereka akan susah lepas dari masa remaja dengan segala ketidakstabilannya. Kalau sudah begini, mereka akan tetap terus mencari tanpa tahu kalau sebenarnya mereka sudah punya jawabannya dalam hitungan waktu yang tidak diketahuinya.
Pemahaman pengalaman bagi remaja memang kompleks. Mereka sering merasa bahwa mereka yang paling menderita, mereka jadi sering mengeluh. Padahal, para orangtua juga pernah merasakan yang dialami karena mereka juga pernah muda. Semua persepsi remaja tergantung setiap individu menanggapi permasalahannya dan mengambil nasihat dari setiap kejadian yang dialami. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa sebenarnya kejadian yang menjadi pengalaman pernah dialami setiap insan manusia dan itu sama, hanya berbeda masa, lokasi, dan objek. Jika remaja percaya pada orang dewasa (dalam hal ini orangtuanya), mereka bisa menanyakan pengalaman orangtuanya untuk membantu remaja menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sehingga semakin remaja terisi dengan pengalaman semakin mereka bisa melihat kebaikan dari diri sendiri.

Seunik atau sepribadi apapun suatu pengalaman dapat dimengerti oleh orang lain. Kisah hidup seseorang bisa relevan dengan kisah hidup setiap orang. Apa yang terjadi di keluarga anda terjadi juga di keluarga lain seluruh dunia. Apa yang anda rasakan juga pernah dirasakan orang lain. Kreatifitas, kekacauan, krisis, dan keteraturan, semuanya pengalaman universal.(2)

            Masa remaja yang terkadang sulit untuk dimengerti bisa dengan mudah dilewati jika bisa lebih memahami diri sendiri dan mampu mengkondisikan diri dengan lingkungan secara optimal. Untuk bisa memahami diri sendiri memang diperlukan proses, saat kita melewati proses tersebut berusahalah tetap berada di jalan kebenaran. Karena sekali memilih jalan yang salah tidak menjamin remaja bisa kembali ke jalan yang benar. Disinilah, peran orang tua dalam perkembangan remaja sangat penting, mengkondisikan diri sebagai 'teman' untuk anaknya, dan 'pemberi solusi' sebagai orangtua menjadi peran yang menjadi kunci berprosesnya masa seorang remaja. Dengan kondisi 'memahami' tersebut akan membuat remaja merasa nyaman dan tidak mencari wadah lainnya yang diluar kontrol orangtuanya. 
             Masa remaja merupakan masa yang indah dan tak akan diulangi untuk kedua kalinya. Sebagai remaja tentu tidak mau kehilangan masa yang katanya 'masa tak terlupakan' ini sebagai momentum perwatakan dan perilakunya, dan sebagai orangtua tentu tidak menginginkan masa remaja yang menjadi pintu gerbang masa dewasa anaknya menjadi tidak jelas arah karena kurangnya peran orangtua yang membimbing. Oleh karena itu, sudah sewajarnya remaja dan orangtua membentuk suatu hubungan kontinyu yang menghangatkan untuk melewati masa remaja bersama. 
 


1.Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja (Jakarta, 1988). hal.70-71
2Todd Siler, Genius (Bandung, 2001) hal 47.


By : Rena Cahya

Vektor Ukuran Kecil Logo Sosial Media

   Twitter  Tiktok  Youtube  Pinterest  Instagram  Facebook