Anak Muda Indonesia Siap Memiliki Jiwa Kewirausahaan Untuk Masuk Menjadi Warga Ekonomi Global

thank's buat yang uda upload nih poto, luv yu dah

"Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia". Begitulah kata Presiden Pertama Indonesia, Sukarno yang menggambarkan betapa pentingnya generasi muda suatu bangsa dalam mempengaruhi negaranya di masa yang akan datang. Semakin berkualitas sumberdaya manusia di suatu negara, secara tidak langsung akan berdampak pula pada perkembangan ekonomi negara tersebut.  

Perkembangan ekonomi akan selalu berubah seiring perkembangan jaman. Titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran akan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan dan banyaknya manusia. Beberapa produk akan mengalami peningkatan terhadap perubahan zaman, sedangkan produk yang lain akan mengalami penurunan. Tapi, bukan tidak mungkin terdapat beberapa produk yang mampu bertahan seiring dengan berjalannya waktu. 

Memasuki era globalisasi, seluruh negara di dunia merasakan dampaknya. Negara yang belum siap menghadapi adanya globalisasi ini akan tersingkir dengan budaya yang dibawa dari adanya globalisasi. Globalisasi sendiri merupakan sebuah peristiwa tidak adanya batasan ruang, waktu, dan tempat untuk setiap pertukaran komunikasi dan informasi dari seluruh negara di dunia tanpa terkecuali. Semakin mutakhirnya perkembangan teknologi dan informasi menjadi penyebab utama adanya globalisasi saat ini. Semua negara, tanpa terkecuali akan merasakan adanya dampak globalisasi tanpa mampu menghindar.  

Salah satu dampak dari adanya globalisasi ini adalah sistem ekonomi yang berubah. Memasuki tahun 200-an, krisis ekonomi menerpa negara barat, khususnya Amerika Serikat. Hal ini menyebabkan turunnya harga dolar Amerika di dunia. Lemahnya dolah ini juga berdampak bagi negara-negara lainnya. Banyak negara mengalami peningkatan inflasi, salah satunya Indonesia. Goncangan di bidang ekonomi tidak hanya terjadi saat dolar Amerika merosot. Hal ini diperparah dengan adanya politik dumping dari sejumlah negara, seperti Cina dan Jepang yang ingin memonopoli pasar dengan limpahan produk yang murah dengan kualitas yang mumpuni.

Lalu, apa yang dilakukan sebagai warga negara Indonesia untuk menghadapi adanya globalisasi yang berdampak pada bidang ekonomi? Awal tahun 200-an, Indonesia juga diterpa dengan kriris ekonomi terbesar yang dikenal sebagai krisis moneter. Hal ini terjadi karena penurunan niai mata uang Indonesia hingga mencapai 18% yang berdampak pada kenaikan harga sembako lebih dari 100% yang diikuti oleh kenaikan harga barang-barang pokok lainnya. Di tahun-tahun berikutnya, Indonesia mulai bangkit dengan berbagai macam kebijakan untuk mengembalikan nilai tukar mata uang Indonesia. Meskipun hingga kini nilai inflasi tetap ada, tapi masih seimbang di bawah batas aman, yakni kurang dari 8%.

Dilihat dari perkembangan ekonomi Indonesia sejak era 2000-an yang merupakan awal dari era gobal, kemajuan ekonomi Indonesia semakin menuju pembangunan yang sebenarnya. Nilai saham Indonesia semakin lama semakin bertambah yang meningkatkan minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Semakin banyaknya produk dalam negeri yang telah go international juga membuktikan bahwa kualitas produk Indonesia memang perlu diperhitungkan. Semakin meningkatnya taraf ekonomi di Indonesia sangat tidak terlepas dari perkembangan anak mudanya.

Masa depan suatu negara yang ditentukan dari kualitas anak muda menimbulkan perubahan pola pikir serta perilaku pada anak muda jaman sekarang. Hal ini bisa dilihat salah satunya di bidang ekonomi. Beberapa tahun belakangan ini, telah banyak sekali sosialisasi tentang pentingnya membangun usaha sejak dini. Akibatnya, selama periode lima tahun terakhir, peningkatan pengusaha muda mencapai angka lebih dari 100% dari lima tahun sebelumnya. Ini menandakan mindset beberapa anak muda sekarang banyak terisi oleh entreprenurship, sehingga banyak anak muda yang sudah memiliki usaha sejak di bangku sekolah. 

Jika peningkatan jiwa kewirausahaan ini terus meningkat dari tahun ke tahun, target pengusaha Indonesia akan terpenuhi dalam kurun waktu kurang dari lima tahun ke depan. Peran dari kaum muda dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan ini tidak terlepas dari peran institusi pendidikan (primer, sekunder dan tersier) yang senantiasa mendampingi pertumbuhan mental dan jiwa kewirausahaan. Hal ini juga sudah sepatutnya diikuti dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang pro terhadap pengusaha muda untuk membuka setiap usahanya.

Tapi, secara keseluruhan, dengan sistem pendidikan yang diterapkan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi yang menekankan pada pendidikan karakter serta pengembangan potensi diri, membuat jiwa yang terbangun pada setiap anak mudanya semakin matang. Sehingga untuk menghadapi adanyan era globalisasi yang tanpa batasan pertukaran informasi ini, kaum muda telah siap. Apalagi jika semakin didukung dengan adanya peran pemerintah dalam penerapan setiap kebijakan terkait perkembangan di bidang UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dan fasilitas berupa lembaga pengembang kemampuan entrepreneruship terpercaya bisa membuat kaum muda di Indonesia semakin matang menghadapi era globalisasi. 

By : RDC

Tidak ada komentar:

Vektor Ukuran Kecil Logo Sosial Media

   Twitter  Tiktok  Youtube  Pinterest  Instagram  Facebook